Abdillah : SDM Asrama Haji Harus Naik Kelas, Menjadi Wajah Baru Pelayanan Haji Indonesia

Padang — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji kembali ditegaskan dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Asrama Haji yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Haji Dalam Negeri, Direktorat Dukungan Layanan Akomodasi, Konsumsi dan Transportasi. Kegiatan berlangsung pada Selasa, (18/11/2025), di Aula Jannatul Makwah Asrama Haji Padang dan diikuti 45 karyawan UPT Asrama Haji Embarkasi Padang.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Abdillah selaku Kasubdit Akomodasi dan Konsumsi Kementerian Haji dan Umrah RI sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat standar pelayanan kepada jemaah haji. Asrama Haji Padang menjadi satu dari enam asrama haji di wilayah barat yang dipilih untuk melaksanakan program strategis ini.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Dr. H. Afrizen, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam pelayanan haji. “Perbaikan tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan pengelolaan SDM. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi kerja dan membuat SDM mampu menjalankan tugas dengan lebih profesional,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah yang telah memberikan perhatian dan kepercayaan kepada Asrama Haji Padang sebagai penyelenggara pelatihan.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Asep Parantika, dosen dan peneliti dari Universitas Nasional Jakarta, serta Budi Setiawan, akademisi dari Pradita University dengan spesialisasi perhotelan. Keduanya dihadirkan untuk memberikan perspektif praktis dan akademis mengenai standar pelayanan modern dalam industri akomodasi.

Abdillah menegaskan bahwa wajah pelayanan haji Indonesia berawal dari kualitas interaksi pertama antara jemaah dan petugas asrama haji. “Pengguna layanan akan menilai dari kesan pertama, dan itu dimulai dari pelayanan yang diberikan oleh SDM di Asrama Haji,” tegasnya.

Abdillah menegaskan bahwa setiap pegawai asrama haji harus memiliki tiga kompetensi utama. “Pertama, kompetensi teknis sesuai bidang layanannya. Security, bellboy, dan semua petugas harus benar-benar menguasai standar operasional yang berlaku,” ujarnya.

“Kedua, kompetensi manajerial. Semua SDM harus mampu mengelola pekerjaan dan alur tugasnya dengan baik. Dan yang ketiga, kompetensi sosial kultural, yaitu kemampuan berinteraksi dengan jemaah dan masyarakat dengan empati, kesantunan, serta pemahaman budaya,” lanjutnya.

Abdillah menambahkan bahwa penguatan SDM ini merupakan bagian dari misi besar Kementerian Haji untuk mencapai tiga sukses haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban serta keadaban jemaah.

“Asrama haji adalah mercusuar pelayanan. Jika SDM siap dan berkualitas, maka wajah pelayanan haji Indonesia juga akan berubah. InsyaAllah, Asrama Haji Padang siap naik kelas,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis untuk merumuskan perubahan nyata—dimulai dari SDM yang handal dan kompeten. Usai pelatihan, akan ada evaluasi lanjutan agar peningkatan kapasitas dapat berkelanjutan dan memberi dampak langsung pada kualitas pelayanan.

Dengan komitmen menyeluruh dari pemerintah, akademisi, hingga praktisi perhotelan, Asrama Haji Padang kini berada pada jalur transformasi. Harapannya, wajah baru pelayanan haji Indonesia dapat benar-benar terwujud, dimulai dari pintu gerbang pertama: SDM Asrama Haji. (HumPro)

Read Previous

AMPHURI Sumbar Siap Jalin Kerja Sama dengan UPT Asrama Haji Embarkasi Padang

Read Next

Kementerian Haji dan Umrah Fokus Wujudkan Zona Integritas: WBK dan WBBM Jadi Target Utama

Open Chat WhatsApps
Klik, Untuk Chat Langsung
WhatsApps
Hallo, untuk pemesanan kamar dapat langsung menghubungi kami dengan cara mengklik "Open Chat WhatsApps" dibawah