Dari Bisati ke Tanah Suci: Perjalanan Hati Seorang Tukang Urut 82 Tahun yang Ceria

Di kursi jemaah prioritas pelayanan one stop service Asrama Haji Embarkasi Padang, senyum hangat dan tawa ringan seorang nenek berusia lanjut menarik perhatian siapa saja yang melintas. Dialah Amak Pacan, jemaah haji berusia 82 tahun dari Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Padang. Meski usia telah menua, semangatnya seolah tak mengenal kata lelah. Bahkan, ia tampak lebih ceria daripada banyak jemaah yang usianya jauh lebih muda.

Amak Pacan bukan tokoh besar, bukan pula pejabat atau orang kaya. Ia hanyalah seorang tukang urut sederhana, yang sepanjang hidupnya lebih akrab dengan minyak urut dan doa pelan di sela-sela tangannya yang menenangkan. Namun, justru dari kesederhanaannya, terpancar cahaya optimisme dan kekuatan tekad yang luar biasa.

Perjalanan haji Amak Pacen bermula pada tahun 2018, saat ia mendaftarkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima. Niat itu tak datang tiba-tiba. Sejak lama, dalam setiap doa dan hembusan napasnya saat memijat, ia selalu menyelipkan harapan agar suatu hari bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci. Dan ketika namanya akhirnya masuk daftar keberangkatan tahun 2023, ia bersyukur tak henti-henti. Namun takdir berkata lain.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat keberangkatannya tertunda. Seharusnya tahun 2023 ia terbang, tapi Allah masih menyimpannya sedikit lebih lama. Dan, seperti cerita yang kerap menghampiri orang-orang bersabar, penundaan itu justru membuka pintu rezeki yang lebih luas.

“Waktu itu sebenarnya uang pelunasan saya belum cukup, jadi mungkin memang Allah kasih waktu untuk saya bersiap lebih matang,” ujar Amak Pacan sambil tertawa, saat berbincang dengan petugas di Asrama Haji.

Bersama anaknya, ia mulai menghitung kembali tabungan dan mencari cara menutup kekurangan. Tak ada keluh. Tak ada putus asa. Ia hanya terus berdoa agar Allah mudahkan jalannya. Dan di tahun 2025, doa itu terkabul. Pemerintah bersama Kementerian Agama menetapkan biaya pelunasan haji turun dari tahun sebelumnya. Amak Pacan tak mampu menahan rasa haru.

“Alhamdulillah… biaya pelunasan turun, dan uang yang saya tabung beberapa tahun terakhir akhirnya cukup. Saya sangat bersyukur, terima kasih kepada pemerintah dan Kemenag,” katanya dengan mata berbinar semangat.

Yang membuat Amak Pacan begitu menginspirasi bukan hanya usianya yang telah senja, tapi jiwa mudanya yang tak pernah padam. Ia mudah tertawa, ramah, dan penuh cerita. Selama di Asrama Haji Padang, ia menjadi semacam ‘energi positif’ bagi jemaah lain dan para petugas. Bahkan, ketika ditanya, dengan siapa ia berangkat ke Tanah Suci, ia menjawab dengan nada mantap:

“Dengan Allah SWT saja. Saya yakin, saya tidak sendiri.”

Seketika ruangan menjadi hening. Jawaban sederhana itu bukan hanya menohok, tetapi juga meneguhkan keyakinan banyak orang. Bahwa pada akhirnya, setiap perjalanan ibadah bukan soal siapa yang menemani, tetapi siapa yang menuntun hati.

Kisah Amak Pacen bukan hanya catatan seorang jemaah lansia yang menunaikan haji. Ia adalah cermin dari kekuatan niat, kesabaran dalam menunggu, dan keikhlasan dalam menerima takdir. Di usia yang tak lagi muda, ia menunjukkan bahwa semangat tidak mengenal usia, dan bahwa mimpi akan menemukan jalannya jika diiringi dengan usaha dan doa.

Di tengah gegap gempita musim haji, kisah Amak Pacan menjadi pengingat: bahwa menuju Baitullah bukan semata perjalanan fisik, tapi perjalanan hati. Dan hati yang ikhlas akan selalu menemukan jalannya – dari Bisati yang sunyi, hingga ke Tanah Suci yang penuh cahaya.

Jika Anda melihat seorang nenek 82 tahun berbaju putih di antara lautan jemaah tahun ini, dengan senyum yang tak pernah pudar dan langkah yang tegap meski pelan, barangkali itu Amak Pacan. Doakan ia sehat, dan semoga Allah memuliakan setiap langkahnya. (HumPro)

Read Previous

Ratusan Warga Lepas Jemaah Haji Dharmasraya, 30 Bus Antarkan Jemaah Asal Nagari Sikabau ke Asrama Haji Padang

Read Next

Akademisi Malaysia Apresiasi Pelayanan Haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Padang

Open Chat WhatsApps
Klik, Untuk Chat Langsung
WhatsApps
Hallo, untuk pemesanan kamar dapat langsung menghubungi kami dengan cara mengklik "Open Chat WhatsApps" dibawah