Padang — Menjelang 75 hari pelaksanaan pelayanan haji tahun 2026, Asrama Haji Kelas I Padang terus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Upaya ini tidak hanya difokuskan di Asrama Haji Padang, tetapi juga menyasar Asrama Haji Padang Pariaman sebagai satuan pelaksana di bawah Asrama Haji Kelas I Padang. Kegiatan gotong royong (goro) dan perawatan Barang Milik Negara (BMN) terus dilaksanakan hingga Sabtu (7/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Asrama Haji Kelas I Padang dalam memastikan seluruh fasilitas siap digunakan dan berada dalam kondisi optimal menjelang musim haji. Lingkungan yang bersih, tertata, dan terawat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepada jemaah.
Kepala Asrama Haji Kelas I Padang, Dr. H. Afrizen, menjelaskan bahwa keberadaan Asrama Haji Padang Pariaman sebagai satuan pelaksana berada di bawah Asrama Haji Kelas I Padang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Asrama Haji.
Ia menambahkan, sejak regulasi tersebut diterbitkan, Asrama Haji Kelas I Padang telah membentuk tim pengelola khusus untuk Asrama Haji Padang Pariaman. Tim ini terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK yang berasal dari Asrama Haji Padang.
“Pembentukan tim ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan satuan pelaksana Asrama Haji Padang Pariaman berjalan optimal, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan,” ujar Afrizen.
Pada kegiatan goro kali ini, fokus utama diarahkan pada kebersihan lingkungan serta penyiapan ruang kerja di Asrama Haji Padang Pariaman. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan BMN yang ada, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan representatif.
Afrizen menekankan bahwa aset Asrama Haji Padang Pariaman merupakan milik bersama yang harus dijaga secara kolektif. Menurutnya, rasa memiliki menjadi kunci utama dalam menjaga dan merawat fasilitas negara agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Milik bersama, jaga bersama. Jangan tunggu rusak baru peduli. Rawat sekarang, nikmati manfaatnya selamanya,” tegasnya di sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas pelayanan. Lingkungan yang bersih diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang jernih dan kondusif.
“Kantor yang bersih menciptakan kerja yang jernih. Mari kita jaga aset kita tetap asri,” imbuh Afrizen.
Melalui kegiatan gotong royong dan perawatan aset ini, Asrama Haji Kelas I Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana menjelang pelayanan haji 2026. Sinergi, kepedulian, dan rasa tanggung jawab bersama diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan layanan haji yang prima, profesional, dan berkelanjutan bagi jemaah. (HumPro)
