JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji di Sumatera Barat. Menurutnya, daerah ini layak menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan pelayanan haji yang profesional dan berintegritas.
“Siapapun yang ingin belajar menyelenggarakan ibadah haji, datanglah ke Sumatera Barat,” ujar Menag Nasaruddin dalam pertemuannya bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di ruang kerjanya, Kamis (17/7/2025). Pernyataan tersebut menjadi pengakuan terbuka atas pencapaian Sumatera Barat dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang bermutu.
Pertemuan tersebut turut menjadi ajang pelaporan pelaksanaan haji Tahun 2025 oleh Pemerintah Provinsi Sumbar kepada Kementerian Agama. Gubernur Mahyeldi hadir bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kabiro Kesra Al Amin, Kepala Badan Penghubung Pemprov Sumbar Aschari, Plt. Kakanwil Kemenag Sumbar Edison, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang Afrizen, serta perwakilan KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira dan M. Shobri.
Menag juga mengapresiasi peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas pelayanan haji di Embarkasi Padang yang menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2025, nilai IKM mencapai 88,52 dengan mutu “Sangat Baik”, meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 88,20 (mutu “Baik”) pada 2024 dan 87,31 (mutu “Baik”) pada 2023.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Afrizen, menyampaikan bahwa capaian tersebut adalah buah dari kerja keras tim dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan. “IKM ini adalah bukti bahwa kepercayaan jemaah terhadap layanan terus meningkat. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dari semua lini, mulai dari fasilitas, kenyamanan, hingga bimbingan ibadah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga memaparkan tentang perkembangan Asrama Haji Padang Pariaman dan harapan terkait revitalisasi Asrama Haji baru yang berada di Padang Pariaman. Ia menjelaskan bahwa lokasi baru ini memiliki keunggulan strategis karena lebih dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau dan berdiri di atas lahan yang lebih luas.
“Kita ingin memastikan bahwa pelayanan haji di Sumbar tidak hanya baik dari sisi sistem dan sumber daya manusia, tapi juga dari segi infrastruktur yang modern dan memadai,” ujar Gubernur Mahyeldi. Ia menambahkan, pembangunan ini merupakan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan jangka panjang pelayanan haji.
Dalam pernyataannya, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan bahwa proposal revitalisasi Asrama Haji Padang Pariaman telah disampaikan langsung kepada Komisi VIII DPR RI saat kunjungan kerja spesifik pada 11 Juli 2025. Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar rencana ini bisa terealisasi secepat mungkin.
Selain membahas penyelenggaraan haji, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana Seminar Wakaf Internasional yang direncanakan akan digelar di Sumatera Barat pada Oktober 2025 dan Menteri Agama menyatakan dukungannya atas agenda strategis ini.
Menag Nasaruddin menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Sumatera Barat dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan pengelolaan wakaf yang lebih produktif. Ia mengapresiasi inisiatif Pemprov Sumbar yang terus menghadirkan agenda-agenda nasional dan internasional bernuansa keagamaan dan sosial.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya ibadah haji. Sumatera Barat dinilai berhasil menempatkan dirinya sebagai role model yang patut dicontoh oleh provinsi lainnya di Indonesia. (HumPro)


