Padang — UPT Asrama Haji Embarkasi Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah calon haji, khususnya lansia dan jemaah berkebutuhan khusus. Saat menyambut kedatangan jemaah Kloter 10 Padang (PDG) pada Senin (19/05/2025) sore, perhatian khusus terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah lansia tampak menjadi fokus utama.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Dr. H. Afrizen, menegaskan bahwa layanan aman, nyaman dan mabrur sepanjang umur khususnya bagi lansia bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari strategi pelayanan berbasis mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak awal masa operasional haji tahun ini.
“Fokus terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi risiko dengan menghadirkan petugas ramah lansia yang siap mendampingi dan membantu jemaah lansia selama berada di area Asrama Haji,” ujar Afrizen.
Petugas ramah lansia yang ditempatkan di berbagai titik strategis di area Asrama Haji ini memberikan pendampingan sejak kedatangan jemaah di Aula Madinatul Hujjaj, selama proses penerimaan, hingga pengantaran ke penginapan masing-masing. Pendampingan juga dilakukan secara humanis dan penuh empati, menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi para jemaah lanjut usia.
Selain menyiagakan petugas khusus, UPT Asrama Haji Padang juga menyediakan fasilitas penginapan khusus bagi jemaah lansia. Gedung-gedung penginapan ini dilengkapi dengan fasilitas ramah lansia, seperti kamar di lantai dasar, pegangan tangan di koridor dan kamar mandi, serta penerangan yang memadai untuk mencegah risiko jatuh atau tersandung.
“Sarana mobilitas seperti kursi roda, safari bus pengangkut jemaah, serta jalur landai kami siapkan agar para lansia dapat bergerak dengan aman dan nyaman selama di lingkungan Asrama Haji,” jelas Afrizen.
Jemaah Kloter 10 PDG terdiri dari 423 yang berasal dari jemaah asal Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok Selatan, dan Kota Padang.
Dr. H. Afrizen menambahkan bahwa pelayanan terhadap lansia dan kelompok rentan lainnya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian dari nilai-nilai pelayanan haji yang inklusif dan berkeadilan. “Kami ingin memastikan bahwa semua jemaah, tanpa terkecuali, merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik,” tegasnya.
Kehadiran petugas ramah lansia juga mendapat respons positif dari para jemaah dan pendamping kloter. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa syukur karena orang tua mereka mendapatkan perhatian yang sangat baik sejak awal kedatangan di Asrama Haji.
Selain fokus pada lansia, UPT Asrama Haji Padang juga terus melakukan evaluasi layanan secara berkala. Hal ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan terus meningkat sepanjang musim haji.
Dengan semangat pelayanan terbaik dan berfokus pada kemanusiaan, UPT Asrama Haji Embarkasi Padang berharap seluruh jemaah dapat menjalani proses keberangkatan haji dengan nyaman, aman, dan penuh kekhusyukan. (HumPro)


