Mahasiswa UIN IB Padang: Melayani Langsung Jemaah Haji Sebuah Kehormatan Bagi Kami

Pelayanan haji tahun 2025 di Asrama Haji Embarkasi Padang tidak hanya menjadi tanggung jawab para petugas resmi dari Kementerian Agama dan instansi terkait. Tahun ini, wajah-wajah muda penuh semangat kembali terlihat di antara petugas yang menyambut kedatangan jemaah haji. Mereka adalah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang terlibat langsung dalam proses pelayanan kepada para tamu Allah.

Tahun 2025 merupakan tahun kedua kerja sama antara UPT Asrama Haji Embarkasi Padang dengan UIN Imam Bonjol Padang. Jika pada tahun sebelumnya mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, maka tahun ini kerjasama difokuskan kepada mahasiswa dari Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Sebanyak 15 mahasiswa terpilih menjadi bagian penting dalam roda pelayanan embarkasi haji.

Partisipasi mereka bukan hanya sekadar penempatan magang biasa. Mahasiswa yang terlibat telah melewati proses seleksi ketat dari pihak kampus. Hanya mereka yang dianggap memiliki komitmen dan kesiapan mental yang tinggi yang akhirnya dipercaya untuk terjun langsung dalam pelayanan jemaah haji. Sebuah kepercayaan yang mereka sambut dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.

Muhammad Al Farel, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengungkapkan rasa bangganya dapat melayani jemaah secara langsung. “Kami diseleksi dari beberapa mahasiswa di prodi kami. Saat terpilih, saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, karena kami tidak hanya melihat dari balik layar, tapi benar-benar terjun langsung bersama para petugas menyambut dan membantu jemaah,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan oleh Shahieza Fadzila. Ia bahkan menyebut bahwa keterlibatannya dalam pelayanan haji menjadi momen paling berharga selama masa kuliah. “Saya merasa sangat senang. Ini adalah jurusan yang saya pilih dengan penuh kesadaran, dan ketika diberi kepercayaan menjadi bagian dari pelayanan haji, saya merasa bersyukur sekali. Selain ilmu, saya yakin ini juga menjadi ladang amal bagi kami,” ungkapnya.

Kegiatan mahasiswa di Embarkasi Padang tidaklah ringan. Mereka dibagi dalam beberapa bidang pelayanan, mulai dari mendampingi jemaah lanjut usia, membantu pengelolaan informasi haji, hingga ikut terlibat dalam manajemen tata kelola asrama. Dalam setiap tugasnya, mereka menunjukkan dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap kenyamanan jemaah.

“Mahasiswa ini tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga dengan hati. Kami melihat langsung bagaimana mereka menyambut jemaah dengan senyum, bahkan ada yang rela hujan-hujanan demi memayungi jemaah lansia agar tetap nyaman. Ini bukan hanya praktik lapangan, tapi bentuk pengabdian yang tulus,” ungkap Dr. H. Afrizen, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang.

Dr. Afrizen menambahkan, keterlibatan mahasiswa ini memberikan dampak positif bagi proses pelayanan secara keseluruhan. Kehadiran mereka menambah energi dan semangat baru bagi tim panitia penyelenggara haji. Para mahasiswa juga dinilai cepat belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pelayanan di lapangan.

Pengalaman di asrama haji ini menjadi semacam ruang laboratorium nyata bagi para mahasiswa. Di sinilah teori yang mereka pelajari di bangku kuliah diuji langsung di lapangan. Mereka belajar bagaimana menangani jemaah dengan karakter yang beragam, memahami ritme kerja pelayanan haji, serta mengasah kemampuan komunikasi dan empati.

“Interaksi langsung dengan jemaah membuat kami lebih memahami arti dari pelayanan yang sesungguhnya. Tidak sekadar memberikan informasi, tapi juga harus sabar, sigap, dan memahami kondisi fisik maupun psikologis jemaah,” tutur Al Farel.

Kerja sama ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga pelayanan publik dapat memberikan manfaat besar. Mahasiswa mendapat pengalaman praktis, sementara pihak Asrama Haji mendapatkan tambahan tenaga yang terlatih dan berdedikasi tinggi.

Menurut Shahieza, pengalaman ini bahkan semakin menguatkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji suatu hari nanti. “Melihat secara langsung bagaimana jemaah datang dengan penuh haru dan semangat ibadah membuat saya terinspirasi. Keinginan saya untuk naik haji menjadi lebih kuat,” tuturnya.

Mahasiswa yang terlibat juga mengakui bahwa kegiatan ini memperkuat rasa cinta mereka terhadap profesi yang akan mereka tekuni di masa depan. Banyak dari mereka yang mulai membayangkan diri bekerja di bidang pelayanan haji dan umrah secara profesional, baik di instansi pemerintah maupun swasta.

UPT Asrama Haji Embarkasi Padang menyambut baik semangat para mahasiswa ini. Bahkan menurut Dr. Afrizen, kolaborasi seperti ini akan terus dikembangkan dan diperluas di masa mendatang. “Kami melihat potensi besar dari keterlibatan mahasiswa. Ke depan, bukan tidak mungkin kami akan menambah jumlah peserta dan memperluas lingkup kerja samanya,” jelasnya.

Keberadaan mahasiswa di tengah pelayanan haji tahun ini menjadi angin segar bagi seluruh proses embarkasi. Mereka adalah wajah muda yang membawa semangat baru, ketulusan, dan harapan untuk pelayanan haji yang semakin manusiawi dan berkualitas.

Dengan penuh harap, mahasiswa UIN IB Padang ini terus melayani tanpa pamrih. Bagi mereka, berada di tengah para tamu Allah bukan hanya bagian dari proses belajar, melainkan juga kehormatan yang tak ternilai. Sebuah pengalaman spiritual dan profesional yang akan terus mereka kenang seumur hidup. (HumPro)

Read Previous

Melayani Sepenuh Hati, Jemaah Kloter 6 PDG Dilepas dengan Lambaian Tangan Petugas

Read Next

Lepas JCH Kloter 8 PDG, Wamenag Titipkan 7 Pesan kepada Jemaah

Open Chat WhatsApps
Klik, Untuk Chat Langsung
WhatsApps
Hallo, untuk pemesanan kamar dapat langsung menghubungi kami dengan cara mengklik "Open Chat WhatsApps" dibawah